Tampilkan postingan dengan label TAUTAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TAUTAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Juli 2016

ONDEL-ONDEL BETAWI SEMARAKKAN LEBARAN DI KP. KRAMAT ASEM Oleh Drs. Slamet Priyadi

Blog Sita: Pendidikan Dalam Keluarga
Jumat, 15 Juli 2016 - 06:57 WIB

Ondel-Ondel Betawi di Kp. Kramat Asem
 
Drs. Slamet Priyadi
Sore itu Sabtu, 09 Juli 2016 sekitar pukul 16:00 WIB di Kp. Kramat Asem, Utankayu Selatan terdengar gesekan instrumen musik rebab yang melengking keras dan seperangkat instrumen perkusi kecrek, kenong, dan kendang memainkan lagu-lagu gambang kromong. Beberapa di antaranya adalah Jali-Jali, Sirih Kuning, dan Ondel-Ondel dari album lawas Ida Royani-Benyamin Sueb.

Rupanya lagu-lagu instrumen tersebut dimainkan oleh skelompok pengamen muda belia berusia belasan tahun, mengiringi tarian sepasang ondel-ondel Betawi yang bergoyang, berbutar-putar di sepanjang jalan gang sempit di tengah padatnya perumahan penduduk yang dilewatinya.

Persis, ketika rombongan pengamen onde-ondel itu lewat di depan rumah Almarhum bapak Aspas, tempat singgah kami sekeluarga lebaran Idul Fitri 1437 Hijriah. Di halaman rumah yang tak begitu luas, rombongan pengamen itu berhenti.

Tak berapa lama kemudian rombongan pengamen ondel-ondel itu kembali memainkan musik Betawi irama gambang kromong dengan lagu-lagu khasnya yang sudah tak asing lagi bagi warga  Kampung Kramat Asem, Utankayu Selatan yang memang mayoritas penghuninya adalah masyarakat Betawi.

Sepasang ondel-ondel Betawi kembali menari-nari, berputar-putar, berjalan lenggak-lenggok kian kemari mengikuti irama lagu dan iringan musik pengiring yang mengalun mendayu-dayu, merayu-rayu penuh kemayu. 

Sementara musik dan ondel-ondel terus beraksi, salah seorang rombongan pengamen berkeliling mengajak penonton yang kebanyakan anak-anak dan ibu rumah tangga untuk memberi uang saweran.

Karena tak banyak anak-anak dan ibu-ibu penonton yang berpartisipasi memberi uang saweran, aku bertanya kepadanya:

“Oya, mong-omong kalo satu lagu berapa uang sawernya?”
“Lima ribu rupiah, pak!” jawabnya singkat.
“Baik, kalo begitu saya pesan lima lagu, ya!”

Aku pun segera ambil uang dari saku baju Rp.10.000 dan minta pula pada isteri dan saudara iparku yang ikut menonton hingga terkumpul semuanya sebanyak Rp.25.000 lalu serahkan ke padanya. Meski nilai uang itu relatif tak seberapa untuk sebuah apresiasi musik, namun ada keceriaan nampak pada wajah rombongan pengamen Ondel-ondel, karena tujuan mereka mengamen lewat kesenian Ondel-Ondel Betawi, semata-mata adalah untuk melestarikan budaya Betawi, khususnya kesenian Ondel-Ondel yang kini sudah mulai ditinggalkan oleh banyak generasi muda Betawi itu sendiri.

Kramat Asem, Utankayu Selatan
Sabtu, 09 Juli 2016 – 22 : 15 WIB

Sabtu, 04 Juni 2016

LA NINA SEJUKKAN BULAN PUASA

Blog Sita : Pendidikan Dalam Keluarga
Minggu, 05 Juni 2016 - 11:32 WIB

 
JAKARTA – Bulan puasa tahun ini agak berbeda dengan 2015 lalu. Tahun ini diperkirakan lebih sejuk. Fenomena La Nina diprediksi muncul menggantikan El Nino, pada musim kemarau 2016 nanti.

Kepala Badan Meteoologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Andi Eka Sakya menjelakan, musim kemarau tahun ini diperkirakan sangat singkat. Dimana, dimamikan El Nino di atmosfer juga sudah meluruh jadi netral. Sampai saat ini saja, belum semua wilayah menunjukkan peralihan musim kemarau. Tercatat, baru 31,6 persen daerah yang sudah mengalami perubahan musim hujan. Sisanya, masih mengalami musin hujan. Padahal, musim kemarau diprediksi muncul pada akhir Maret – September.

“Saat ini seperti sudah masuk La Nina, tapi terpantau masih sangat netral,” tuturnya dalam acara persiapan angkutan lebaran, di Kementerian Perhubungan, kemarin (3/6).

Andi mengatakan, kemungkinan fenomena La Nila menggantikan El Nino yang cukup kuat memang besar. Dari data statistik selama 50 tahun terakhir, 75 persen El Nino akan diikuti La Nina. Dengan kata lain, curah hujan akan tinggi saat La Nina nanti.

“La Nina diprediksi muncul Juli – September,” tuturnya.

Menurutnya, tahun ini akan cukup menarik. Karena, munculnya La Nina hampir bersamaan dengan dipole mode negatif. Yakni, kondisi di mana suhu permukaan laut di bagian Barat Sumatera lebih hangat dari suhu permukaan laut Pantai Timur Afrika, sehingga menyebabkan pasokan uap air bertambah dan curah hujan tinggi untuk Sumatera bagian Barat. Sumatera bagian Selatan serta Jawa pada periode Juni – Juli. “Ini yang kita sebut dengan kemarau basah. Sehingga puasa nanti tidak sepanas tahun lalu, lebih sejuk,” ungkapnya.

Akan tetapi, kondisi ini harus diantisipasi. Sebab, periode mudik lebaran juga akan terdampak. Pada bulan Juli kondisi cuaca diprediksi banyak berawan. Salah satunya, awan-awan yang bisa menyebabkan resiko turbulensi. Kondisi ini terjadi di Indonesia bagian Barat dan Kalimantan.

“Harus waspada. Tinggi gelombang juga diprediksi mencapai 4 – 6 meter di Barat Sumateradan Selatan Jawa,” ungkapnya. Selain itu, curah hujan yang mencapai 50 mm/hari menyebabkan momen lebaran bakal dilewati dengan curah hujan tinggi.

Terkait ramalan cuaca tersebut, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Suprasetyo meyakinkan bahwa hal ini dapat diatasi. Dia mengatakan, setiap pesawat memiliki radar yang bisa mendeteksi kondisi tersebut. ditambah lagi, kemampuan pilot yang sudah mumpuni untuk menghadapi ancaman tersebut. “Tentu akan kita antisipasi,” paparnya.

Pihaknya sendirisudah mulai melakukan pemeriksaan pada 526 pesawat untuk angkutan lebaran. Ramp check dilakukan di 25 bandara di Indonesia. “Tahun ini pak Menteri Perhubungan minta semuanya diperiksa. Tidak lagi sampling. Ini untuk safety, ya!” jelasnya.

Penumpang pesawat udara sendiri diprediksi sebanyak 6.972.069 penumpan, yang terbagi menjadi 6.099.659 penumpang domestik dan sisanya, 872,410 penumpang internasional. Jumlah ini naik 7,62 persen dari tahun lalu.

Spesialis neuroscience dari University California Irvine, Taruna Ikrar mengatakan, umat muslim harus maksimal dalam menunaikan ibadah puasa. Dalam kajian ilmu tentang otak, berpuasa selama 30 hari bisa memperbaiki struktur otak. “Jadi teori ilmiahnya, selama puasa otak akan mendapatkan rangsangan atau stimulus positif,”  jelasnya di Jakarta kemarin (3/6).

Selama menjalankan puasa, di Islam atau puasa di agama lain, seseorang akan mengalami perubahan di bagian sinaptik otaknya. Sinaptik ini adalah penghubung antara neuron-neuron yang ada di dalam otak manusia. Nah, selama berpuasa sinaptik itu akan mendapatkan rangsangan yang positif.

Perubahan yang kedua biasa disebut neurogenesis. Akademisi jebolan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar itu menjelaskan, neorogenesis adalah proses penumbuhan atau regenerasi neuron-neuron. Di enam jam terakhir selama berpuasa. Taruna mengatakan, terjadi rangsangan dari metabolisme tubuh untuk penumbuhan neuron-neuron baru. Nah, neuron yang baru tumbuh ini, akan membawa memori positif menggantikan neuron yang sudah mati.

Proses perubahan ketiga adalah neurokompensasi. Dia menjelaskan, neurokompensasi adalah akumulasi dari munculnya neuron-neuron baru yang membawa memori positif. Setelah terakumulasi cukup banyak, neuron yang membawa memori positif ini bisa membawa manusia untuk berperilaku lebih baik dibanding sebelum menjalani puasa.

Kunci dari kajiang perkembangan neuron selama puasa itu, tidak sebatas urusan biologi saja. selama proses pertumbuhan neuron baru, manusianya tetap mendapatkan input atau rangsangan yang positif. Jika di dalam Islam, bisa dengan mengikuti pengajian-pengajian atau khutbah keagamaan. Jadi, puasa bisa membawa seseorang menjadi insan yang lebih baik, itu juga ada kajian ilmiahnya dari sisi neuroscience.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menuturkan bahwa masyarakat sudah semakin dewasa dan memahami perbedaan ritual keagamaan. Bila awal puasa tahun ini berbeda pun, dia yakin tidak akan ada gejolak di tengah masyarakat. Warga tetap teduh dalam perbedaan. “kalau perbedaan awal Ramadhan itu tidak kelihatan. Yang kelihatan kalau berbeda lebaran. Satu sudah pakai pakaian baruyang lain belum,” ujar JK di IstanaWakil Presiden, kemarin (3/6).

Dia menekankan bahwa seluruh masyarakat juga harus saling menghormati, yang puasa menghormati yang tidak puasa, begitu juga sebaliknya. “Yang tidak puasamenghormati dengan tidak merokok. Kantin juga tutup,” tambah dia.

Namun, ketua umum Dewan Masjid Indonesia itu mengingatkan kalau perbedaan dalam ibadah seperti penentuan awal Ramadhan atau Lebaran itu tentu tidak bisa dikompromikan. Itu sama halnya dengan mengkompromikan halal dan haram. Orang yang yakin bahwa waktunya lebaran tentu haram hukumnya untuk berpuasa.

“Kalau dagang bisa kita  kompromikan. Ibadah susah dikompromikan. Tidak apa-apa yang penting rukun-rukun saja,” ujar alumnus Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Makassar itu. (mia/jun)

Sumber:
RADAR BOGOR
Edisi: Sabtu, 4 Juni 2016

Bumi Pangarakan, Bogor
Minggu, 05 Juni 2016 – 11:08 WIB

Minggu, 11 Mei 2014

Perlengkapan Bayi Pengaruhi Perkembangan Fisik dan Emosi



Kamis, 8 Mei 2014 | 15:06 WIB 

DOK MY BABY Pijat bayi dengan menggunakan produk baby spa punya banyak manfaat untuk perkembangan bayi.
 KOMPAS.com - Bayi butuh sejumlah perlengkapan untuk memenuhi berbagai kebutuhannya. Mulai memenuhi kebutuhan perawatan kulit dan tubuh, perlengkapan untuk menghangatkan badan hingga penyangga tubuh untuk menunjang aktivitas sehari-hari seperti gendongan. Beragam perlengkapan bayi ini ternyata juga mendukung proses tumbuh kembang bayi fisik dan mentalnya.

Gendongan dan bedongan
Dua perlengkapan bayi ini termasuk kebutuhan utama yang selalu masuk dalam daftar belanja ibu sebelum melahirkan. Namun jangan menyepelekan dua perlengkapan bayi ini karena produk yang tepat guna berperan besar dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Untuk memilih gendongan, berat dan postur anak perlu diperhatikan supaya tidak menganggu pertumbuhannya. Gendongan juga bisa mendukung perkembangan emosi anak karena saat ibu menggendong dengan cara tepat terjadi proses bonding. Karenanya ukuran dan desain tepat untuk mendukung bonding perlu mendapat perhatian.

Demikian juga dengan bedongan. Ukuran dan model yang tepat akan menghindari gangguan postur bayi. Bedongan bukan hanya berfungsi menghangatkan namun juga bisa menjaga postur bayi secara tepat sehingga tak mengganggu pertumbuhan fisiknya.

Berbagai pertimbangan inilah yang diperhatikan produk perlengkapan bayi berbasis di Hong Kong Bloom & Grow Asia.

“Produk-produk yang dikeluarkan oleh Bloom & Grow merupakan produk yang tidak hanya unik dan inovatif, tetapi juga memiliki fungsi lain untuk mendidik dan mendukung tumbuh kembang anak baik secara fisik maupun emosional,” tutur Jessica Siah, Head of Sales dari Bloom & Grow Singapura dalam siaran persnya.

Bloom & Grow merilis produk terbarunya antara lain Four Position 360 Ergobaby Carrier yang memungkinkan empat posisi gendong ibu yaitu kedalam, keluar, menyamping dan dari belakang. Masing-masing memiliki setelan pundak, pinggang, tempat gendong dan senderan leher yang dapat disesuaikan dengan berat serta postur ibu dan anak.

Gendongan lainnya adalah Ergobaby Wrap yang didesain khusus untuk menggendong anak baru lahir di dada orang tua. Ergobaby Wrap terbuat dari bahan yang 4D stretch yang fleksibel dan mampu menciptakan kehangatan bagi tubuh bayi, dengan kelebihannya yaitu: menggunakan bahan elastis (perfect fit), dapat mempertahankan posisi bayi dan tidak melorot (long lasting support), dan dapat bergerak mengikuti posisi ibu dan bayi (exceptional comfort).

Sementara untuk bedong, ada Ergobaby Swaddler yakni bedong modern yang sekaligus bisa digunakan untuk sebagai selimut bayi untuk tidur. Ergobaby Swaddler didesain dengan memberikan kantong untuk tangan dan kaki bayi sehingga bisa berada pada posisi sempurnanya. Selain itu, bedong ini juga berfungsi menghangatkan dengan suhu tepat sehingga bayi bisa tertidur dengan pulas. Bedong ini tersedia untuk bayi usia tiga bulan hingga enam bulan.

Produk bayi lainnya yang tak kalah penting terkait perawatan kulit dan tubuh. Jangan salah, produk perawatan tubuh bayi juga punya peran dalam mendukung proses tumbuh kembang.

Baby spa
Beberapa merek merilis produk baby spa yang fokus pada perawatan dan pijat bayi. Tujuannya merangsang otot motorik dan memperbaiki kekebalan tubuh terhadap penyakit sehingga membuat bayi lebih sehat. Dengan memberikan pijatan yang benar pada tubuh bayi akan membuat bayi menjadi lebih rileks, riang dan tidak suka menangis, selain itu untuk mencegah gejala kembung, membantu melancarkan sistem pencernaan serta dapat membuat tidur bayi menjadi lebih nyenyak.

My Baby Spa menyediakan rangkaian produk perawatan kulit ini untuk mendukung kesehatan dan kecerdasan bayi. My Baby Spa terdiri dari My Baby Massage (Pijat Bayi), My Baby Bath (Memandikan Bayi) dan My Baby Grooming (Perawatan bayi).

Phillips Gunawan, Presiden Direktur PT. Barclay Products mengatakan rangkaian perawatan dan pijat bayi dari My Baby ini sekaligus juga menjadi bentuk edukasi kepada kaum ibu mengenai cara merawat bayi yang tepat. Menurutnya, perawatan tepat tak hanya berdampak pada kesehatan bayi namun juga menciptakan ikatan emosional yang lebih erat antara Ibu dan bayi.

“Manfaat lainnya adalah merangsang gerakan motorik bayi, meningkatkan konsentrasi serta dapat meningkatkan kecerdasan," katanya.
Editor :
Wardah Fajri

Sabtu, 05 Oktober 2013

"Pandhegan Aja "Adigang, Adigung, Adiguna, Sapa Sira Sapa Ingsun"



Gunungan
www.suaramerdeka.com – Sabtu, 23 Februari 2013 | 13:10 wib - Adigang, adigung, adiguna, sapa sira sapa ingsun. Adigang adalah ’kijang’ adigung ’gajah’ dan adiguna ’ular’ ketiganya mati bersama dalam pertikaian karena kesombongan masing-masing. Pemimpin (pandhegan) yang baik menghindari sikap aji mumpung, mumpung kuwasa, tumindak nistha, seperti ungkapan Ranggawarsita dalam Serat Sabdatama.

Pimpinan jangan diserahkan kepada yang tidak mau, maupun mereka yang ambisi, karena yang berambisi umumnya memiliki motivasi lain, seperti aji mumpung. Sifat aji mumpung bertentangan dengan dharma seorang pemimpin. Ia harus rendah hati, bijak, adil dan ber budi bawa leksana. Hal itu diungkapkan oleh Ranggawarsita dalam Serat Witaradya, bahwa seorang raja yang besar, watak narendra gung binathara, mbaudhendha hanyakrawati, kutipan berikut: Dene utamaning nata, berbudi bawa laksana, lire ber budi mangkana, lila legawa ing driya, hanggung hanggeganjar saben dina, lire kang bawa laksana, hanetepi ing pangandika.

Pemimpin bangsa telah dipilih, melalui pileg dan pilpres. Siapa pun mereka pilihan bangsa. Tempat menggantungkan harapan dan masa depan yang lebih baik di bumi yang gemah ripah loh jinawi, subur kang sarwa tinandur, murah kang sarwa tinumbas, tata titi tentrem kerta raharja, dalam arti murah sandang pangan seger kuwarasan, bukan hanya slogan. Mutiara kata itu harus direalisasikan oleh mereka yang mendapatkan amanah, sebagai perwujudan lukisan negeri Amarta yang didendangkan ki dalang dalam pentas wayang. Bukan sekedar impian, dengan memanfaatkan potensi alam anugerah Allah Swt. yang membentang sepanjang khatulistiwa, dalam bentuk hutan, gunung, laut dan sungai, simpanan harta karun yang tak ternilai harganya. Semua dimanfaatkan demi kesejahteraan rakyat. Mereka harus bekerjasama saiyeg saekapraya membangun bangsa. Eksekutif, legislatif dan yudikatif memiliki tugas membangun negara dan bangsa. Sebagai pemimpin mereka memiliki tanggung jawab yang cukup berat. Kesejahteraan rakyat tidak bisa diwakilkan, tetapi direalisasikan. Bila wakil rakyat hidup sejahtera bukan berarti rakyat pun meraskannya.

Janji
Pemimpin harus memegang teguh janji yang diucapkan di depan rakyat. Janji adalah hutang, yang wajib dibayar. Sabda pandhita ratu salah satu falsafah Jawa dan konsep pengejawantahan janji adalah hutang, yang didukung frase ajining diri saka obahing lathi ajining sarira saka busana, aja waton omong nanging omonga nganggo wawaton, ilat ora ana balunge, esuk dhele sore tempe, mencla-mencle, bukan sikap seorang pemimpin, melainkan konsep sedikit bicara banyak bekerja yang sebaiknya dipegang teguh. Mereka dipercaya oleh rakyat. Mengembalikan kepercayaan yang hilang lebih sulit dari pada membangunnya. Falsafah Jawa mengatakan bahwa drajat, pangkat lan semat bisa oncat. Hal itu menjadi bahan pertimbangan bagi para pemimpin. Di dunia tidak ada yang langgeng. Semua serba sementara, bagaikan kilat menyambar sekejap tanpa bekas. Saat mejabat ia terhormat dan dipuja, pergantian tiba, ia dihujat dan dihina, kawan dan sahabat seakan tak mengenalnya. Ia dilupakan. Mengenaskan.

Masyarakat Jawa percaya bahwa wahyu kaprabon, dalam diri seorang pemimpin masih ada. Asal pemimpin masih sanggup memberikan pangayoman, maka rakyat akan loyal. Seorang pemimpin harus waspada. Sebab di antara punggawa ada yang mbalela, sengaja berkhianat demi jabatan yang diincarnya. Bagi masyarakat konsep ratu adil, wahyu dan pulung merupakan trilogi dalam demokrasi. Sedangkan trilogi yang dianut oleh kraton Mangkunagaran, melu handarbeni, wajib hangrukebi, mulat sarira munggengwani. Bahwa seorang pemimpin harus merasa memiliki, membela kebenaran dan mawas diri. Mau mengakui kasalahan pribadi tanpa menyalahkan orang lain.

(Eko Wahyu Budiyanto/CN37)
Sita Blog: "NUSANTARAKU": Pandhegan Aja "Adigang, Adigung, Adiguna, Sapa Sir...: Gunungan www.suaramerdeka.com – Sabtu, 23 Februari 2013 | 13:10 wib - Adigang , adigung, adiguna, sapa sira sapa ingsun. Adigang adala...

Senin, 18 Februari 2013

Gondjang-Gandjing Kampoes: Kasih Sayang dalam Budaya - ITB | Berita




Minggu, 17 - Februari - 2013, 17:42:36 | shabrina


Dalam Gondjang Gandjing Kampoes tahun ini Kementerian Seni dan Budaya KM ITB juga menyelanggarakan program Exchange Unit dimana anggota masing-masing unit saling bertukar untuk mempelajari kebudayaan daerah lain. Satu bulan lamanya untuk saling belajar kesenian daerah lain dan pada acara Gondjang Gandjing Kampoes ini ditampilkan hasil pertukaran budaya tersebut.

Gondjang Gandjing Kampoes malam itu dibuka oleh penampilan modern dance dari Infinity ITB. Kemudian untuk lebih meningkatkan rasa cinta tanah air, seluruh penonton Gondjang Gandjing Kampoes bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan khidmat. Lirik lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan pada malam itu merupakan lirik lagu Indonesia Raya yang asli, terdapat beberapa perbedaan dengan lirik Indonesia Raya yang kita kenal sekarang namun sayangnya tidak diketahui orang Indonesia kebanyakan.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pemberian sambutan daro ketua panitia Gondjang Gandjing Kampoes, Mikael Adi Surya (Fakultas Teknologi Industri 2012) dan Presiden Kabinet KM ITB, Anjar Dimara Sakti (Teknik Geodesi dan Geomatika 2008) secara bergantian membuka acara Gindjang Gandjing Kampoes ini.

Acara berlanjut dengan penampilan hasil Exchange Unit yaitu Tari Ratoh Duek yang dibina oleh Unit Kebudayaan Aceh (UKA) ITB. Tari Ratoh Duek merupakan tarian yang mengandung makna ibadah dan dilakukan secara duduk. Penampilan Exchange Unit selanjutnya adalah tarian pergaulan muda mudi khas Lampung yaitu Tari Bedana yang dilatih oleh Unit Kebudayaan Lampung (UBALA) ITB dan tarian tradisional Jepang yaitu Tari Gekitei Ondo hasil pelatihan dari Unit Kebudayaan Jepang (UKJ) ITB.

Penampilan selanjutnya merupakan medley lagu tradisional dari daerah Jawa yang dibawakan dalam versi choir oleh Paduan Suara Mahasiswa (PSM) ITB dengan sentuhan sinden yang memperkuat nuansa Jawa dari Perkumpulan Seni Tari dan Karawitan Jawa (PSTK) ITB. Kolaborasi selanjutnya merupakan kolaborasi antara musik tradisional dengan modern yang ditampilkan oleh APRES! ITB, Unit Kesenian Sumatera Utara (UKSU) ITB, Maha Gotra Ganesha (MGG) ITB, dan Unit Kebudayaan Minangkabau (UKM) ITB. Penampilan ini mendapatkan sambutan yang sangat meriah dari penonton.

Tak hanya unit-unit kebudayaan yang berkolaborasi, Keluarga Mahasiswa Teknik Industri (MTI) ITB, Himpunan Mahasiswa Pertambangan (HMT) ITB, dan Himpunan Mahasiswa SITH Nymphaea ITB pun turut berkolaborasi membawakan tarian dan lagu Kicir-Kicir.

Acara kemudian ditutup dengan sendra tari Rama dan Shinta yang dibawakan oleh Kecak Satu ITB, Maha Gotra Ganesha (MGG) ITB dan Lingkung Seni Sunda (LSS) ITB. Selama acara berlangsung puisi yang bertemakan kasih sayang dan budaya buatan Lingkar Sastra ITB pun dibacakan oleh pembawa acara Gondjang Gandjing Kampoes. Seluruh rangkaian acara ini menunjukkan bahwa dari seni dan budaya kita dapat belajar untuk saling mengasihi dan menyayangi. Gondjang Gandjing selanjutnya akan dilaksanakan di Pelesiran pada bulan April bekerja sama dengan Kementerian Pengabdian Masyarakat dan Kementrian Kebijakan Nasional KM ITB.

Kamis, 29 November 2012

Perkenalkan Pendidikan Seks Sejak Dini Sosbud | Jumat, 30 November 2012 01:53 WIB


Perkenalkan Pendidikan Seks Sejak Dini
Sosbud | Jumat, 30 November 2012 01:53 WIB

Metrotvnews.com, Medan: Pendidikan seksual penting untuk masuk dalam kurikulum SD, karena perkembangan pubertas anak saat ini sudah mulai sejak anak berusia delapan tahun.

"Pendidikan seksual harusnya sudah mulai diperkenalkan orangtua maupun tenaga pendidik sejak dini kepada anak, bahkan bila perlu sudah dimasukkan dalam kurikulum pendidikan Sekolah Dasar," kata ahli psikologi, Irna Minauli di Medan.

Menurut Irna kondisi tersebut wajar, karena anak-anak dulu mengalami menstruasi saat usia 15 tahun. Namun, sekarang anak-anak berusia delapan tahun sudah ada yang menstruasi. Secara fisiologis dan kematangan organ reproduksi, usia kematangan itu semakin dini sehingga meningkatkan sejumlah resiko.

Karenanya, pendidikan seksual sudah bisa diajarkan sejak kelas V dan VI SD. Agar anak siap menghadapi perubahan dalam dirinya. Selama ini, banyak orangtua beranggapan pemberian informasi seksual menimbulkan keingintahuan anak yang tinggi. Sehingga mengarah pada eksperimen hal-hal yang belum waktunya mereka lakukan.

"Sebenarnya kekhawatiran itu tidak benar. Karena survei membuktikan pendidikan seks tidak meningkatkan aktivitas seksual," katanya.

Jadi, metode pembelajarannya lebih ke arah yang sifatnya tidak langsung dalam memberikan penjelasan. Sehingga anak akan lebih paham apa yang akan terjadi pada dirinya dan menjadi lebih hati-hati. (Ant/Wtr4)

Selasa, 27 November 2012

Mulai TP 2013 - 2014 Kemdikbud Selenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Masjid

SABTU, 24 NOV. 2012 - SITA BLOG:  JAKARTA, (PRLM).- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai tahun ajaran 2013/2014 akan menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berbasis masjid. Kegiatan ini menggandeng Dewan Masjid Indonesia (DMI) dengan melakukan pendampingan dan pengembangan mutu layanan PAUD kepada masjid-masjid di seluruh Indonesia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menuturkan bahwa penyelenggaraan PAUD membutuhkan fasilitas yang besar. Menurut Mendikbud, sarana ibadah seperti masjid, gereja, dan pura dapat dimanfaatkan untuk menyelenggarakan PAUD.
“Rumah-rumah ibadah tidak 24 jam dipakai, sehingga dapat dimanfaatkan untuk pendidikan terutama PAUD,” kata Nuh seusai melakukan penandatanganan kesepahaman bersama dengan Ketua DMI M. Jusuf Kalla tentang penyelenggaraan program PAUD di masjid-masjid seluruh Indonesia, berlangsung di Gedung Kemdikbud, Senayan, Jakarta, Selasa (20/11/12).
Sebagaimana siaran pers yang diterima “PRLM” di Jakarta, Selasa (20/11/12), Mendikbud mengatakan, tugas kementerian bukan semata-mata sebagai penyelenggara pendidikan tunggal. Pihaknya mendorong partisipasi dari masyarakat. “Akar pendidikan itu tidak ditumpu oleh faktor pemerintah saja, tetapi masyarakat juga, sehingga basisnya lebih kuat,” katanya.
Nuh menjelaskan, tidak semua masjid akan digunakan untuk PAUD. Kriterianya, kata dia, setidaknya masjid memiliki halaman dan ada ruang yang bisa digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Setelah memenuhi syarat kemudian dikeluarkan izin.
“Secara legal disiapkan dalam waktu enam bulan (mulai) pertengahan Juni 2013. Institusi penyelenggara PAUD harus resmi dan calon guru dilatih secara khusus,” katanya. Adapun pendanaan penyelenggaraan PAUD dilakukan bersama-sama antara Kemdikbud dan DMI. Kerja sama yang sama juga akan dilakukan dengan komunitas Nasrani, Hindu, dan Budha. “Yang kita dorong anak-anak dari keluarga menengah ke bawah,” katanya.
Sementara itu, Ketua DMI M. Jusuf Kalla mengatakan, masjid dan pendidikan tidak dapat dipisahkan. Menurut dia, hampir semua masjid ada unsur pendidikan, baik pendidikan agama dan pendidikan Alquran.
Masjid, kata dia, mempunyai perguruan tinggi dan sebaliknya lembaga pendidikan mempunyai masjid. Dia menyebutkan, jumlah masjid di Indonesia hampir 800 ribu, termasuk mushola dan surau.  Dijelaskan, dengan PAUD di masjid berarti sejak awal anak ada di masjid, maka jiwa keagamaan akan lebih baik.
“Mudah-mudahan dengan kerja sama ini akan meningkatkan modal pendidikan keagamaan dan keimanan anak-anak kita,” tuturnya. (A-94/A-108)***

Komentar:

Mr Slamet Priyadi - Minggu, 25/11/2012 - 03:52 

Apa pun itu, asal tujuannya baik saya sih mendukung saja. Memang harus kita akui di era globalisasi teknologi infformasi sekarang ini, kemajuan di berbagai bidang kehidupan semakin tak terkendali yang sudah barang tentu, jika kita tidak pandai-pandai menyikapinya, tentu akan berdampak negatif bagi perkembangan jiwa, mental dan spiritual anak. Dengan program PAUD yang berbasis masjid sebagai sarana dalam proses pembelajaran tentu akan lebih mengakrabkan anak pada aktivitas religius yang ke depan Insya Allah akan membentuk jiwa anak ke arah yang positif. Semoga!
ridwan - Rabu, 21/11/2012 - 09:01 
Penyelenggaraan PAUD BERBASIS MESJID, Bagi saya selaku masyarakat awam kok heran. PAUD yang diselenggarakan oleh POSYANDU, RT, RW bahkan desa yang berjalan sekarangpun masih jauh dari standar minimal kelayakan, kesannya asal-asalan yang penting dapat bantuan. Sekarang ada lagi Program Baru, kok kayaknya semudah itu. Kenapa tidak lebih mengefektifkan lembaga-lembaga PAUD yag Ada seperti TK-RA-BA DLL. Setidaknya sarana, gurunya sudah pada layak..
Kalau memang tujuannya untuk memperbaiki jiwa keagamaan anak, kan ada madrasah2 yang menyelenggarakan PAUD, tinggal dorong/maksimalkan.
CIK KUMAHA SARAN-SARAN, PENDAPAT TI DULUR-DULUR?.....