Senin, 29 Oktober 2012

MENYAMBUT ANAK SEPULANG SEKOLAH (Renungan Dari Seorang Ibu) Oleh Sita S.Priyadi



Jayeng sepulang dari sekolah
SELASA, 30 OKT. 2012 - SITA BLOG: Setiap orang tua tentu mempunyai problem psikologis tersendiri. Setelah seharian melepas energinya untuk mencari nafkah buat keluarganya. Dalam situasi dan kondusi yang demikian orang tua tentunya sangat memerlukan satu suasana keluarga yang harmonis. Setiap keluarga tentunya membutuhkan suasana yang menyejukkan dan membahagiakan. Sementara kita sebagai orang tua baik sebagai ibu atau suami terkadang dalam menyambut anak sepulang sekolah suka menyambut anak dengan pertanyaan-pertanyaan menyangkut prestasi yang diperolehnya di sekolah: " Jayang! Bagaimana hasil ulanganmu di sekolah?." Berapa nilai ulangan matematiknya? Dan bentuk pertanyaan seperti itu adalah sunguh kurang bijaksana.

Seyogyanya yang dilakukan orang tua bukanlah mengajukan pertanyaan-pertanyaan demikian tetapi yang dapat menyejukkan pikiran dan perasaan anak. Anak-anak sepulang dari kegiatan belajarnya di sekolah yang mungkin saja menghadapi berbagai kemungkinan, menghadapi pengalaman yang terkadang tidak menyenangkan apakah itu berupa pengalaman waktu ditegur gurunya karena, monyontek, dimusuhi temannya, dll tentu memerlukan perkataan yang dapat menyejukkan perasaan hatinya.

Menghadapi suasana semacam itu, sebaiknya orang tua mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang baik seperti: "Nampaknya kau lelah sekali nak? Lekaslah kau cuci mukamu itu dan terus makan! Peluhmu bercucuran, panas sekali ya cuacanya?" Pernyataan atau pertanyaan-pertanyaan seperti tersebut kiranya dapat menciptakan suasana yang menyejukkan dan menimbulkan ketenangan perasaan dan pikiran si anak sepulang dari sekolah.
Pernyataan dan pertanyaan seperti ini merupakan sambutan dan ajakan kepada si anak untuk beristirahat menghilangkan lelah dan menghilangkan ketegangan jiwa si anak setelah belajar di sekolah.Ungkapan dan cetusan seperti ini merupakan sambutan yang diberikan oleh orang tua yang bijak dan penuh perasaan kasih sayang dan kehangatan cinta yang mendalam kepada anak.[Sita SP]

AKRABKAN ANAK DENGAN BUKU



Tyusa sudah akrab dengan buku cerita

SENIN, 29 OKT. 2012 - SITA BLOG: Ketika orang tua acap kali menuntut putra-putrinya untuk gemar membaca, ketika itu pula mereka lupa bahwa minat baca tidak begitu saja datang dengan sendirinya. Minat baca haruslah dipupuk dari dalam keluarga sendiri. Dan tugas orang tualah untuk menuntun mereka agar menyukai buku, mencintainya serta membekali mereka dengan minat baca.

Peranan orang tua dalam memperkenalan buku pada anak sedini mungkin merupakan hal yang mendasar. Menciptakan suasana gemar membaca dalam keluarga dengan cara banyak melibatkan aktivitas anak yang berkaitan dengan buku adalah salah satu alternative dan cara terbaik untuk membangkitkan minat baca anak. (DR. MURTI BUNANTA, SS;MA)